Langkah-Langkah Bagaimana Cara Membaca Candlestick

Penerapan grafik trading tidak pernah lepas dari yang namanya candlestick. Jenis grafik candlestick sangat disukai para trader karena bentuk visualisasinya sangat jelas. Disisi lain grafik candlestick memberikan data-data yang lengkap dibandingkan dengan jenis-jenis grafik lainnya. Oleh karena itu IDFXA kali ini akan memberikan penjelasan tentang langkah-langkah bagaimana cara membaca candlestick.

Langkah-langkah bagaimana cara membaca candlestick ini dapat anda terapkan juga dengan semua jenis macam trading. Baik trading option atau trading biasa pada umumnya. Karena bentuk visualisasi, data yang disajikan, dan cara membacanya pun juga akan sama. Jadi anda tidak perlu kahwatir meskipun anda seorang trader option atau day trader pada umumnya.

Baca juga:

Cara membaca candlestick

Bentuk candlestick yang banyak dipakai oleh para trader memiliki bagian-bagian yang memberikan arti data yang bisa dipakai sebagai bahan analisis market. Kegiatan ini disebut juga sebagai technical analysis. Candlestick sangat membantu bagi para trader untuk mementukan kondisi pergerakan market saat ini ataupun saat kedepan.

langkah-langkah bagaimana cara membaca candlestick untuk trader pemula dengan mudah

  1. UPPER SHADOW: Harga teratas yang pernah dilalui
  2. BODY: Jarak antara harga pembuka dan harga penutup
  3. LOWER SHADOW: Harga terendah yang pernah dilalui
  4. HIGH: Harga tertinggi yang pernah dilalui
  5. OPEN: Harga pembukaan
  6. CLOSE: Harga penutupan
  7. LOW: Harga terendah yang pernah dilalui

Penjelasan singkat

Agar lebih jelas saya akan menjelaskan satu-persatu dari bagian-bagian tersebut.

Upper Shadow merupakan bagian paling atas dari sebuah candlestick. Bagian ini biasa disebut juga oleh beberapa kalangan trader sebagai ekor atas. Upper shadow adalah bentuk visualisasi yang diartikan sebagai harga teratas yang pernah dilalui. Ini juga ada kaitannya pada bagian high. Jika bagian high merupakan titik dari upper shadow yang paling tinggi sedangkan upper shadow sendiri merupakan keseluruhan panjang ekor atasnya. Pada intinya upper shadow adalah harga teratas yang pernah dilalui sebuah candlestick.

Body merupakan jarak antara harga pembukaan dengan harga penutupan. Dimana jika harga penutupan lebih tinggi dari pada harga pembukaan maka candlestick yang terbentuk adalah berwarna hijau yang artinya harga sedang naik. Jika harga penutupan lebih rendah dari pada harga pembukaan maka candlestick yang terbentuk adalah berwarna merah yang artinya harga sedang turun. Jadi pada bagian body ini adalah ranga atau jarak yang terbentuk diantara harga pembuka dengan harga penutup

Lower Shadow merupakan bagian paling bawah dari sebuah candlestick. Bagian ini biasa disebut juga sebagai ekor bawah. Lower Shadow adalah bentuk visualisasi yang diartikan sebagai harga terbawah yang pernah dilalui. Bagian Lower shadow juga berkaitan dengan bagian Low. Jika Low merupakan titik dari Lower shadow yang paling rendah. Sedangkan Lower shadow sendiri merupakan keseluruhan panjang ekor bawah. Pada intinya Lower shadow adalah harga terendah yang pernah dilalui oleh sebuah candlestick.

High merupakan titik bagian paling atas pada bagian upper shadow dari sebuah candlestick. Nah harga paling tinggi inilah yang dinamakan sebagai “High” dari sebuah upper shadow.

Open merupakan harga pembuka dari sebuah candlestick. Harga pembukaan ini yang menjadi awal pembentukan dari sebuah candlestick.

Close merupakan harga penutup dari sebuah candlestick. Kebalikan dari bagian open, harga penutup akan menjadi penentu dari sebuah candlestick. Jika harga penutup lebih tinggi dari pada harga pembuka maka artinya harga sedang naik dan terbentuklah candlestick yang berbawarna hijau. Sedangkan jika harga penutup lebih rendah dari pada harga pembuka maka artinya harga sedang turun dan terbentuklah candlestick yang berwarna merah.

Low merupakan titik bagian paling bawah pada bagian lower shadow dari sebuah candlestick.

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply

IDFXA