Dasar Istilah Forex Penting Untuk Trader Pemula

Dasar Istilah Forex Penting

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum anda mendalami forex lebih jauh lagi. Hal yang dimaksud tersebut adalah dasar istilah forex. Ada baiknya jika memang anda harus mengerti dahulu beberapa dasar istilah forex yang akan dijelaskan dibawah. Memang terdengarnya seperti bukanlah sebuah hal yang terlalu penting untuk diperhatikan. Tapi percayalah bahwa kedepannya anda pasti harus mengerti akan maksud semua dari dasar istilah forex di bawah ini.

Dasar istilah forex yang akan dijelaskan dibawah ini memang saya pilih beberapa yang sangat-sangat sering digunakan dalam dunia forex. Jika anda pernah menghadiri seminar ataupun anda yang pernah menonton video-video di Youtube mengenai tutorial forex, saya yakin mereka semua pasti pernah atau setidaknya menyinggung dasar istilah forex yang ada di bawah ini. Jika Anda tidak mengerti apa yang dimaksud dengan dasar istilah forex tersebut. Maka sebaiknya Anda harus segera mempelajarinya. Karena hal tersebut sangat penting untuk anda masuk lebih dalam lagi untuk mempelajari tentang forex

Dasar Istilah Forex Umum

PIPS adalah unit harga terkecil dalam mata uang. Sebagian besar mata uang dalam penulisannya menggunakan lima angka, dan pada umumnya terdiri dari angka desima setelah angka yang pertama, Contoh: EUR/USD mempunyai nilai tukar 1.2345. Dalam hal ini, satu pip setara dengan perubahan terkecil nilai angka desimal terakhir yaitu angka desimal ke-empat. Berdasarkan contoh tadi pada harga 1.2345, angka 5 lah satuan pipnya.

PIPETTE adalah harga terkecil dalam mata uang yang nilainya lebih kecil dari Pips. Nilainya setara dengan sepersepuluh pip. Beberapa broker mengutip nilai tukar pasangan mata uang dengan menggunakan pecahan pip bukan dengan pipette. Contoh: EUR/USD mempunyai nilai tukar 1.23456. Dalam hal ini pipette berada pada nilai angka desimal terakhir yaitu angka desimal ke-lima. Berdasarkan contoh tadi 1.23456, angka 6 lah satuan pippette nya.

BUY/SELL atau LONG/SHORT. Pergerakan harga di market bergerak ke atas dan bawah. Anda dapat memperoleh ketika harga naik (bullish) ataupun harga sedang turun (bearish).

BUY/LONG apabila harga diprediksi akan naik

SELL/SHORT apabila harga diprediksi akan turun

Contoh: Anda memprediksi pergerakan market EUR/USD akan bergerak lebih naik lagi, maka seharusnya anda membuka posisi BUY/LONG. Namun jika anda memprediksi pergerakan market EUR/USD akan bergerak menurun, maka seharusnya anda mencari peluang untuk membuka posisi SELL/SHORT

ASK/BID PRICE Jika anda memutuskan untuk buy di market maka anda akan buy pada harga ask price, begitu pula sebaliknya, jika anda akan sell di market maka anda akan sell pada harga bid price.

Contoh: Ask price EUR/USD = 1.04000, Bid price EUR/USD = 1.03000. Jika anda akan Buy pada market EUR/USD anda akan buy pada harga 1.0400. Namun jika anda akan sell, anda akan sell pada harga 1.03000

SPREAD merupakan selisih harga antara ask price dan bid price. Contoh: Ask price EUR/USD = 1.00100, Bid price EUR/USD = 1.00200. Spread dari contoh harga tersebut sebesar 10 pip, namun jika dalam pipette spreadnya menjadi 100 pipette. Namun sebagian besar menyebutnya dalam besaran pip bukan pipette

 

PROFIT, LOSS, & BREAKEVEN

Profit merupakan sebutan lain dari keuntungan. Keuntungan ini bisa didapat jika posisi anda sesuai terhadap kondisi market dengan kata lain prediksi anda benar terhadap market.

Contoh: Anda membuka posisi buy pada market EUR/USD pada harga 1.00500. Dan kemudian ternyata prediksi anda benar, market EUR/USD naik dan menempati harga 1.00900. Berdasarkan contoh, anda telah profit atau memiliki keuntungan sebesar 40 pip atau 400 pipette (1.00900-1.00500 = 400).

Loss merupakan sebutan lain dari kerugian. Anda dapat mengalami kerugian jika posisi anda tidak sesuai terhadap kondisi market dengan kata lain prediksi anda salah terhadap market.

Contoh: Anda membuka posisi sell pada market EUR/USD pada harga 1.00500. Dan kemudian ternyata prediksi anda salah, market EUR/USD naik dan menempati harga 1.00700. Berdasarkan contoh, anda mengalami loss atau kerugian sebesar 20 pip atau 200 pipette (1.00700-1.00500 = 200)

Breakeven atau yang biasa disebut sebagai breakeven point atau disingkat BEP, merupakan kondisi dimana anda tidak mengalami kerugian dan tidak mengalami keuntungan.

Contoh: Anda membuka posisi sell pada market EUR/USD pada harga 1.00500. Namun yang terjadi harga menjadi naik di 1.00700. Namun kemudian harga kembali menyentuh 1.00500 dan kemudian anda close di harga 1.00500. Dalam kondisi ini anda tidak mengalami kerugian atau keuntungan, dikarenakan anda Open – Close diharga yang sama yaitu pada harga 1.00500

STOP LOSS & TAKE PROFIT

Stop loss merupakan kerugian maksimum yang sanggup anda tanggung. Jika posisi anda berlawan terhadap market, stop loss ini yang menjadi batas kerugian maksimum anda yang sanggup anda tanggung. Dimana jika nantinya harga menyentuh stop loss ini, posisi anda menutup atau close secara otomatis.

Contoh: Anda membuka posisi buy pada market EUR/USD pada harga 1.00500 Namun harga menjadi turun di 1.00400. Namun sebelumnya anda telah menempatkan harga stop loss anda di harga 1.00300. Dimana jika harga menurun hingga 1.00300 posisi anda akan menutup atau close secara otomatis dan anda mengalami real loss sebesar 20 pip atau 200 pipette.

Take profit merupakan keuntungan maksimum yang dapat anda terima. Jika posisi anda sesuai terhadap market take progit ini yang menjadi batas keuntungan maksimum yang dapat anda terima. Dimana jika nantinya harga menyentuh take profit ini, posisi anda menutup atau close secara otomatis.

Contoh: Anda membuka posisi buy pada market EUR/USD pada harga 1.00500. Kemudian harga naik di 1.00600. Namun sebelumnya anda telah menempatkan harga take profit anda di harga 1.00700. Dimana jika harga naik hingga 1.00700 posisi anda akan menutup atau close secara otomatis dan anda mendapati real profit sebesar 20 pip atau 200 pipette.

FLOATING Floating merupakan pengertian dari kerugian atau keuntungan yang belum benar-benar masuk kedalam balance account anda. Atau dalam arti lain floating merupakan posisi yang masih terbuka baik dalam kondisi loss ataupun profit. Contoh: Anda membuka posisi buy pada market EUR/USD dan mengalami profit 50 pip. Namun posisi ini belum anda close atau belum terkena take profit atau belum terkena Stop loss. Dalam kondisi ini, inilah yang dinamakan floating. Jadi dengan kata lain anda belum benar-benar mendapatkan profit 50 pip, bisa jadi nanti menjadi loss dikarenakan posisi yang masih terbuka. Apakah nantinya terkena stop loss atau take profit, anda tidak pernah akan tahu. Namun jika anda close posisi pada saat itu juga, 50 pip itu tadi menjadi real profit anda dan masuk ke balance anda.

 

MARKET ORDER & PENDING ORDER

A. Market Order Order yang tereksekusi secara langsung oleh market pada harga yang berlaku saat itu. Order anda akan tereksekusi secara langsung pada saat itu juga ketika anda memutuskan untuk buy atau sell di market. Contoh: EUR/USD menurut prediksi anda akan turun, maka dengan segera pada saat itu juga anda memutuskan untuk sell pada harga yang berlaku pada saat itu juga. Dalam kondisi ini anda mengeksekusi dengan tipe market order, dimana order anda terkeksekusi secara langsung oleh market pada harga yang berlaku saat itu.

B. Pending Order Order yang tereksekusi secara tidak langsung oleh market. Pending order digunakan jika anda ingin menentukan harga order anda sendiri. Order anda akan tereksekusi jika harga menyentuh harga yang anda tentukan pada saat anda membuat pending order tersebut. Ada 2 jenis tipe pending order yaitu, Limit Order dan Stop Order.

Limit order adalah order yang digunakaan jika anda ingin buy dibawah atau sell diatas harga yang sedang running saat ini.

Stop Order adalah order yang digunakan jika anda ingin buy diatas atau sell dibawah harga yang sedang running saat ini.

Limit Order Limit order merupakan cara order dimana bisa dikatakan anda mau jual dengan harga semahal-mahalnya dan mau beli dengan harga semurah-murahnya. Contoh: Pada saat ini harga EUR/USD menunjukkan di 1.00500. Menurut prediksi anda, harga akan begerak turun ketika harga berada di 1.00800. Maka dengan ini anda menentukan untuk membuat pending order dengan tipe sell limit order

Stop Order Stop order merupakan tipe order yang biasa disebut sebagai strategi breakout. Order dibuat dan harga diprediksi akan breakout (harga menembus) berdasarkan structure sebelumnya. Contoh: Pada saat ini harga EUR/USD menunjukkan di 1.00500. Menurut prediksi anda, harga akan bergerak turun lebih lanjut ketika harga berada di 1.00300. Maka dengan ini anda memutuskan untuk membuat pending order dengan tipe sell stop order.

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply

IDFXA